|
Wanita disembuhkan dari kanker stadium 4 Pada bulan Desember 1990 saya di diagnosa menderita kanker pada usia 39 tahun. Para dokter tidak dapat memberikan saya harapan. Saya melakukan chemo dan radiasi, dokter mengira hal itu dapat memperpanjang sedikit hidup saya. Pada bulan Maret 1991 saya melakukan operasi, itu terjadi ketika dokter menemukan bahwa kanker saya telah menyebar ke limpa di daerah pinggul kanan saya dan tidak dapat diangkat semua melalui operasi. Jadi sekarang hidup saya tinggal 3-6 bulan lagi. Ini adalah kanker colorectal yang sangat ganas. Disaat sedang mencari dalam Alkitab, saya dan ibu saya menemukan begitu banyak janji-janji tentang kesembuhan, dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Saya mulai menuliskannya dalam sebuah catatan dan ayat-ayat yang indah itu memenuhi tiap halaman catatan saya! Dalam Ibrani 13:8 tertulis bahwa Yesus Kristus tetap sama kemarin, hari ini dan selamanya. Jadi jika Yesus dulu dapat menyembuhkan, maka Dia dapat menyembuhkan saya sekarang. Karena juga dalam Kisah Para Rasul 10 : 34 tertulis bahwa Dia tidak membedakan orang! Amsal 4:20-22 berkata.Hai anakku, perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku; janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka. Menurut bahasa Ibrani kata “kesehatan” adalah obat. Jadi saya mulai mengambil Firman Tuhan seperti obat setiap hari. Bahkan itu yang saya namakan dalam buku catatan ayat-ayat berharaga saya “OBAT TUHAN”. Itu 3 tahun sebelum para dokter akhirnya memberikan kabar baik pada saya. Itu tentu saja bukan mujizat dalam satu malam. Banyak penderitaan dan jatuh bangun, tapi anugrah Nya cukup. Yesus memberitahu saya bahwa saya sedang berada ditengah-tengah peperangan rohani, iblis ingin membinasakan saya (Yohanes 10:10) dan Dia ingin menyembuhkan saya untuk kemuliaan Nya. Yesus memang dikhususkan untuk kasus-kasus yang berat! Dia menyatakan kepada saya bahwa dalam Matius pasal 14, ketika Petrus keluar dari perahu dengan matanya tertuju kepada Yesus, dia dapat berjalan di atas air tetapi ketika Petrus mengalihkan matanya dari Yesus dan melihat badai disekitarnya, dia tenggelam. Jadi saya harus memfokuskan mata saya kepada Nya dan Firman Nya dan tidak kepada badai kanker disekitar saya (laporan dokter, hasil tes, rasa sakit, perkataan orang lain). Dia sangat setia pada janji-janji Nya! Saat itu banyak hal yang terjadi dan begitu pula setelahnya tapi ini adalah singkatnya. Saya memberikan kepada Yesus Tuhan dan Juruslamat saya segala kemuliaan dan pujian untuk kesembuhan saya atas kanker stadium 4. |