Penglihatan tentang Yesus dan kasihNya
Oleh Karen Templin

Saya sudah tidak pergi lagi ke gereja beberapa tahun, tetapi saya telah merasakan panggilan yang kuat dari Yesus. Saya terus membaca kesaksian orang-orang tentang Tuhan, juga pengalaman mendekati kematian dari beberapa orang yang pernah ke surga, dan bertemu dengan Nya. Saya bisa merasakan diri saya semakin dekat dengan Nya.

Sarah, anak perempuan saya yang berusia 7 tahun sudah bertemu dengan teman barunya di sekolah, dan ibunya mengundang kami ke gereja. Saya berkata,”ya”. Saya akan melakukan apa saja yang akan membawa saya semakin dekat dengan Nya.

Saya telah merasakan panggilan dari Yesus. Sepertinya saya dipanggil oleh sang Juruslamat sendiri, dan saya merasa bahwa gereja adalah tempat saya untuk bisa lebih dekat dengan Nya. Saya hanya merasa bahwa jika saya melakukan semuanya, sesuatu yang special akan terjadi pada saya, dan Dia akan ada disana.


Saya tidak tahu pasti apa yang akan terjadi sesungguhnya, tetapi saya tidak tahu betapa pentingnya satu kunjungan ini ke gereja baru itu, atau betapa berpengaruhnya hari itu bagi hidup saya.

Kami mendengarkan kotbah, ditengah kotbah yang disampaikan, dia bertanya.”Gunung penghalang apa yang ada di dalam hidupmu?” Dia menyuruh kami untuk merenungkan hal ini beberapa menit. Dan seluruh jemaat terdiam

Saya mulai merenungkan bersama dengan seluruh jemaat. Dan saya mengingat kembali masa lalu saya sampai saat ini. Saya berpikir tentang hal-hal yang tidak dapat saya tangani di hidup saya. “gunung” terbesar dalam hidup saya adalah kurangnya pengampunan terhadap orang-orang yang telah menyakiti dan menyalahkan saya. Saya dapat dengan mudah menghindar dari kehidupan orang lain, dan mendendam selama 20 tahun atau seumur hidup saya.

Ketika saya memikirkan hal tersebut, saya berpikir tentang bagaimana orang lain telah menyakiti hidup saya. Saya merasakan sakit yang amat sangat di hati saya, seperti rasa sakit tertekan pada dada saya. Semakin saya membawa sakit hati itu, semakin mustahil untuk mengampuni. Dan saya berpikir,”mungkin Yesus marah dengan saya.”

Masih dengan rasa sakit hati, sebuah pemikiran terlintas pada benak saya. Saya berpikir,”lihat wajah Yesus.” Saya sepertinya sudah pernah membaca hal itu di suatu tempat, tetapi saya berpikir tidak mungkin melihat Dia seperti itu. Dan jikalau bisa, saya yakin Dia datang untuk menghukum saya.

Ketika saya berpikir demikian saya harus melihat wajah Yesus, mata saya terbelalak, dan saya sangat terkejut dengan apa yang saya lihat. Saya melihat Yesus! Dia benar benar ada disana. Saya melihat hanya wajahNya, dan pundaknya, tetapi Dia nyata dan berjalan. Dia mempunyai rambut gelap sebahu dengan garis rambut abu-abu, dan Dia mengenakan mahkota berduri. Saya melihat Nya, dan Dia tersenyum pada saya dengan senyum penuh kasih yang belum pernah saya lihat seumur hidup saya.

Hal pertama yang terpikirkan saya adalah,” Dia terlihat agak berbeda dari gambar-gambar yang ada, tapi hanya sedikit berbeda. Saya kira rambutnya lebih panjang, dan hidungNya agak sedikit berbeda. Ada sesuatu tentang mataNya, dari cara Dia memandang saya. Hal itu seperti sukacita sejati memancar keluar dari mata Nya yang dapat menunjukan diriNya kepada saya, dan mengijinkan saya merasakan kasih Nya. Saya juga merasakan Dia menerima sukacita hanya dengan kehadiran saya. Saya tidak akan pernah dapat melupakan betapa bersukacitanya Dia bersama saya. Saya selau merasa biasa saja. Saya hidup dalam hidup biasa saja. Tetapi saya merasakan bahwa saya sangat special di mata Nya.

Disaat saya memandang senyuman Nya saya tidak merasakan penghukuman sedikit pun, dan itu sangat mengejutkan saya. Kemudian, saya merasakan Dia mengalirkan kasihNya yang penuh dengan rasa simpati dan penuh haru. Sepertinya saya mulai merasakan kasih yang luar biasa yang saya yakin tidak ada manusia yang dapat memberikan kasih seperti itu.

Saya terperangah Dia mengasihi saya sebesar itu. Itu adalah sebuah kebahagiaan, dan saya terlena dengan kasih seperti itu, sampai saya dapat merasakan hati saya meluap. Saya tidak pernah merasakan hal seperti itu, dan saya yakin tidak akan pernah saya rasakan selama saya di dunia ini.

Tidak ada kata yang dapat menggambarkan kemuliaan Nya, tetapi Dia indah dan saya terus terpesona menatapNya, saya takut jika saya berpaling Dia akan hilang.

Dia terus tersenyum pada saya seolah-olah hanya saya yang ada di ruangan itu, dan seolah-olah hanya saya yang berarti bagi Nya dibumi ini, walaupun saya yakin Dia juga melihat setiap orang seperti itu. Selama penglihatan itu tidak pernah sekalipun Dia memalingkan mata Nya dari saya atau berhenti tersenyum.

Kemudian saya melihat Dia seperti mengirimkan cahaya putih ke hati saya. Saya dapat merasakan cahaya itu menembus diri saya. Sinar tersebut tidak terasa hanya perasaan kasih dan haru. Yesus sangat baik dan penuh kasih terhadap saya, tanpa penghukuman. Saya dapat merasakan kasihNya yang kuat tercurah pada saya, Kasih dan kebaikan Nya sangat sempurna. Kata yang tepat, yang dapat saya ungkapkan atas kebaikan Nya yang saya rasakan adalah Kudus.

Kemudian, Dia mulai berkomukasi dengan saya, tanpa kata-kata. Dia hanya mengirimkan perasaan Nya pada saya, seperti telepati, tapi bukan hanya saling menukar informasi, saya tahu jika Dia berbicara seperti kita berbicara, tapi ada suatu perasaan yang lebih di dalamnya. Saya dapat mengerti perkataan Nya dan merasakan emosi Nya seiring dengan perkataan Nya. Saya dapat mengerti dengan jelas dan mudah dalam pikiran saya.

Dia berkata Dia sudah tahu segalanya tentang ketidak mampuan saya dalam memaafkan orang lain. Dia juga tahu tentang bagaimana saya telah disakiti oleh orang lain, dan semua kejadian dalam hidup saya yang membuat saya seperti itu. Dia berkata, “ Aku tahu segalanya tentang engkau.”

Saya berpikir sendiri,”Wow! Saya tidak dapat percaya jika Dia tahu segalanya tentang saya!” (pada saat saya melihat kembali pengalaman saya, sepertinya menherankan saya melihat Dia sebagai Tuhan daripada Dia. Tidak pernah terlintas dalam pikiran saya untuk dapat berbicara dengan Nya. Saya hanya mendengarkan perkataan Nya dan berusaha menyerap Nya semampu saya, saya tidak mengatakan apa – apa). Pengetahuan ini sangat mengejutkan saya, bahwa Dia tahu segalanya tentang hidup saya, tapi saya merasa dilindungi. Saya selalu merasa seperti tidak pernah terlihat oleh Nya, ternyata artinya Dia tidak pernah jauh dari saya seperti yang saya bayangkan. Saya menyadari bahwa saya terus menerus diawasi Nya, seperti ketika anak-anak kita masih kecil, tidak pernah lengah sedikitpun. Sebelumnya saya berpikir Dia memperhatikan terlalu banyak orang, sehingga mungkin Dia tidak menyadari keberadaan saya.

Tiba-tiba, saya merasa seperti berdiri dan berlari keluar dari gedung gereja dan berteriak kepada dunia,”Dia dapat melihat saya! Dia dapat melihat saya!” Saya tidak pernah memahami arti omnipresence sebelumnya, dan saya tetap tidak dapat mengatakan bagaimana hal itu terjadi, yang saya tahu itu nyata. Dia punya kemampuan untuk hadir di seluruh tempat dalam seketika! Dan jika Dia terus bersama saya dari awal kehidupan saya, maka saya yakin itu berlaku buat semua orang juga.

Lagi-lagi saya merasakan perasaan yang mengharukan yang tercurah kepada saya. Dia berkata, “Aku merasakan kepedihanmu. Saya bersedih dengan mu.” Saya seperti merasakan apa yang ada dihati Nya, dan kesedihan saya pun membuat Nya bersedih juga. Ketika mendengar perkataan itu, sesuatu mengharukan di hati saya, dan saya berusaha keras untuk menahan air mata saya mengalir.Dia dapat merasakan apa yang saya rasakan, dan saya pun demikian, kami dapat saling mengerti satu sama lain.

Pada saat itu, sepertinya Dia tidak peduli dengan dosa-dosa saya. Dia hanya peduli dengan saya dan semua kepedihan yang saya alami karena orang lain. Dia seperti orang tua yang penuh kasih yang membangkitkan saya ketika saya disakiti, dan memeluk saya dalam pelukan kasih Nya. Seperti yang Alkitab katakan, saya merasakan bahwa tujuan Nya hanya untuk menghibur saya, dan menghapus semua air mata saya. Sebetulnya saya sudah merasakan terhibur dengan dipeluk dalam pelukan Nya.

Setelah Dia menghibur saya, Dia berbicara kembali. Dia menginginkan saya untuk tidak lagi khawatir atau memikirkan hal-hal tersebut karena Dia yang akan menyelesaikannya bagi saya. Saya merasakan kekuatan yang luar biasa dari Nya, dan saya menemukan diri saya terperangah akan kuasa yang Dia miliki. Saya dapat benar-benar merasakan Dia mengangkat beban saya dari pundak saya dan Dia membawanya.

Kami telah di ajari tentang orang yang sabar dan rendah hati, tetapi Dia mencurahkan kekuatan manusia super yang bukan berasal dari dunia ini, dan itu tidak dapat dijabarkan. Saya dapat sungguh - sungguh merasakan kuasa yang memancar dari Nya.

Saya masih tetap memandang Nya. Saya masih terkejut dengan perkataan perkataan Nya. Dia masih memandang saya dengan senyuman penuh kasih di wajah Nya yang sanggup meluluhkan hati yang keras sekalipun. Dia terus mengalirkan kasih Nya kepada saya. Dihati saya dipenuhi dengan kasih, dan mungkin akan meluap keluar jika saya terus menerimanya. Saya mulai tidak dapat menahannya lagi. Mungkin sebagai manusia kita tidak dapat menerima sebanyak itu. Saya tidak tahu.

Saya merasakan kepedihan, siksaan, dan rasa malu yang Dia tanggung di kayu salib, bahkan sampai sekarang ada orang - orang tidak menghormati Nya dengan berbuat dosa. Hal ini akan menyebabkan kita mengalami kemarahan, kebencian, dan sakit hati, namun tidak halnya dengan Yesus.

Disini Dia menyatakan diri Nya kepada saya, mengasihi saya, dan bahkan mengijinkan saya untuk merasakan apa yang ada di hati Nya. Melalui segala kekejaman dan ketidakadilan yang Dia derita di tangan orang jahat, Dia tidak pernah kehilangan kebaikan, belas kasihan atau kasih Nya dan untuk mengasihi dengan segenap hati Nya. Bahkan sampai saat ini, saya menangis tersedu-sedu atas semua kebaikan yang Dia miliki, dan bagaimana saya merasa sangat bersyukur kepada Nya.

Melihat semua kebaikan dan ketulusan di dalam Nya, saya merasa seperti akan hancur dan menangis tersedu-sedu. Saya mulai merasa tidak layak atas kekudusan Nya. Dia adalah sosok sempurna dalam tingkat tertinggi. Melihat hal ini membuat kita sadar terhadap dosa yang terkecil sekalipun. Saya merasa tidak layak atas kesucian Nya dan saya berpikir tentang ketidaksempurnaan diri saya. Selama penglihatan itu, saya merasa takut kalau saya berpaling, Dia akan menghilang. Sekarang, dengan sengaja saya memalingkan mata, saya tidak tahan memikirkan tentang ketidaksempurnaan saya di hadirat Nya yang kudus. Kembali, kehendak bebas datang menggoda. Dia mengerti perasaan saya. Saya tidak kuat melihat Nya lagi, dan Dia menghilang.

Ketika saya melihat kembali, Dia tidak ada disana lagi, tapi saya tidak kecewa. Saya ditinggalkan dengan perasaan kekaguman! Yesus ada disana. Saya telah berjumpa dengan Nya. Saya telah merasakan Nya. Dan saya telah berkomunikasi dengan Nya.

Dan hal yang saya tahu, lebih dari segalanya adalah Dia mengasihi saya lebih dari siapa pun yang pernah mengasihi saya! Dia tidak dapat dibandingkan dengan orang biasa, karena pengenalan Nya jauh melebihi dari yang kita dapat bayangkan. Dia mengerti saya sepenuhnya, dan tidak ada manusia di bumi ini yang dapat melakukannya.

Beberapa hari kemudian, saya berpikir tentang bagaimana saya dapat duduk di gereja setelah mengetahui saya telah berdosa. Namun Yesus telah memberkati saya dengan sebuah penglihatan yang indah. Saya tahu Dia masih mengasihi saya, tanpa syarat, meskipun penuh kekurangan. Saya berpikir, bagaimana mungkin?

Beberapa saat setelah itu, saya berpikir mengapa Dia tidak menghukum saya, tapi setelah pencarian dan pencurahan dalam jiwa dan Firman Tuhan. Saya percaya Dia sangat melindungi orang orang yang menjadi milik Nya. Dia tidak hanya mengasihi kita karena Dia Sang Juruslamat, dan kita adalah tanggung jawab Nya. Saya menyadari itu hanya jenis kasih yang dangkal. Sekarang saya mengerti bahwa Dia mengasihi setiap kita secara pribadi. Dia mengasihi kita dengan dalam dan berbelas kasih, seperti kita mengasihi Dia.

Kemudian pada malam itu, saya mulai membaca Alkitab:
(Yohanes 3 :16 - 17 ) Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barang siapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.

Saya telah berusaha untuk mengenal Dia dengan seluruh hati dan jiwa saya, dan Dia tidak mengecewakan saya. Dia telah memulihkan keinginan untuk mengampuni, karena kasih mematahkan kemarahan, ketakutan, dan semua emosi negative yang dapat dibayangkan.

Saya ingat bahwa Dia mengenakan mahkota duri dalam penglihatan saya. Dan sekarang saya menyadari bahwa itu adalah symbol yang mengingatkan saya betapa Dia mengasihi kita dan cukup layak untuk ditinggikan dan disalibkan di atas kayu salib untuk mengampuni dosa kita. Mahkota duri di kepalaNya adalah simbol dari kasih Nya yang Dia berikan untuk kita semua.

Kemudian, saya menemukan ayat dalam Alkitab. Saya telah menatap wajahNya dan Dia mendengar saya dari surga. “ dan umat-Ku, yang atas nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka (2 Tawarikh 7:14)”

 

HOME

PERTOBATAN - KASIH ALLAH - MUJIZAT - VIDEO KESAKSIAN