|
Berjalan bersama Malaikat Musim semi yang indah di bulan Mei 1991. Saya merasa sangat senang karena telah menerima YESUS KRISTUS sebagai Tuhan dan Juruslamat saya pada tanggal 21 April. Dia menyucikan semua dosa-dosa saya. Seluruh bumi ini terlihat lebih manis dan ringan sekarang. Saya memiliki masa lalu yang penuh dengan kepedihan dan mimpi buruk. Tetapi sekarang hidup ini begitu indah. Saya tahu hidup saya akan menjadi lebih baik dan lebih indah setiap hari. Saya tidak menyangka bahwa hari ini adalah sebuah hari yang saya akan ingat selamanya. Karena diluar begitu indah saya memutuskan untuk berjalan kaki. Kedua anak perempuan saya, Christina dan Marcia berada disekolah. Jadi saya pakai jaket saya dan menuju keluar. Saya ambil walk man kecil saya supaya saya bisa mendengarkan musik yang membangkitkan sambil berjalan dan menikmati hari yang indah. Sambil saya berjalan, saya menyadari betapa indahnya pepohonan dan bunga-bunga. Saya bersyukur karena di tempat saya tinggal, lingkungannya memiliki daun-daun yang indah yang tumbuh disekitarnya. Saya bisa melihat kebesaran Tuhan pada semua yang bertumbuh di sekitar saya, seakan-akan saya baru pernah melihat semua ini. Saya berhenti memperhatikan dedaunan di pohon dan dapat melihat sebuah salib atau bintang di sana.hal ini membuat saya bersemangat dan memenuhi saya dengan sukacita. Saya melanjutkan perjalanan saya dan mulai merasakan damai dan sukacita yang supranatural diberikan dari atas. Sulit dilukiskan. Saya dilingkupi oleh sensasi hangat yang indah. Saya menutup mata saya untuk dapat menikmati hal itu lebih lagi sambil saya terus berjalan. Tidak terpikirkan oleh saya bahwa saya jalan dengan mata tertutup. Beberapa tempat disepanjang jalan itu tidak ada trotoarnya jadi saya berada di pinggir jalan.Dan saya tidak khawatir tentang hal itu. Saya terus merasakan kemuliaan terasa sangat damai dan menyegarkan. Ketika saya berjalan, saya tersadar tiba tiba ada orang di sebelah saya, disebelah kiri dan sebelah kanan . Sambil tetap berjalan dengan mata tertutup, saya diperkenankan untuk melihat sosok yang mengunjungi saya. Berjalan disebelah saya dua sosok yang paling indah yang pernah saya lihat. Mungkin tinggi mereka sekitar 8 kaki. Yang disebelah kanan saya mempunyai rambut gelap dan yang sebelah lagi rambutnya berwarna pirang kemerahan. Kulit mereka lebih indah dari wanita manapun dan sinar yang memancar dari mereka menunjukkan siapa mereka. Wajah mereka adalah wajah yang paling cantik yang pernah saya lihat. Bahu mereka sangat bidang. Mereka memiliki sayap dan saya dapat mendengar desirannya ketika mereka datang disamping saya. Sayap mereka tinggi melebihi kepala mereka dan melengkung ke bawah dengan anggunnya sampai ke kaki mereka. Mereka tersenyum dengan indah dan sukacita sambil menganggukkan kepalanya kepada saya. Saya sangat bergirang sampai saya merasa jika saya tersenyum lebih kuat lagi wajah saya akan terbelah dua. Ini yang dikatakan “Penuh Sukacita.” Saya merentangkan kedua tangan saya untuk dapat memegang tangan mereka, Saya menginginkan semua dari pengalaman ini. Saya berjalan seperti ini, disepanjang jalan dan merasakan seolah olah saya mengambang di atas air tidak pernah sekalipun membuka mata saya untuk melihat dimana saya berada. Saya tidak peduli. Saya tahu saya ada di tangan-tangan yang diberkati. Saya memperkirakan seluruh perjalanan saya dengan malaikat-malaikat Tuhan itu sekitar 20 menit lamanya. Dekat ujung jalan itu, saya merasa terdorong untuk membuka mata saya sekejap dan melihat apa yang dapat saya lihat. Apa yang saya lihat adalah, saya berada di atas pepohonan di jalanan saya. Kemudian saya segera memejamkan mata saya. Karena saya menikmati semua yang terjadi disekitar saya, saya tidak memperhatikan beberapa hal. Lalu saya ingat bahwa waktu saya berjalan bersama para malaikat, disana lewat beberapa mobil dan saya dapat melihat ekspresi bingung dari wajah pengemudinya melihat saya merentangkan kedua tangan dengan mata tertutup. Mungkin mereka berpikir “Apa yang dia sedang lakukan”. Tetapi mereka tidak dapat melihat para malaikat itu disamping saya. Ketika itu berakhir, saya berada ditrotoar depan rumah saya. Hal ini adalah pengalaman yang sangat kuat dan jelas
yang tidak akan pernah saya lupakan. Tuhan sangat mengasihi kita dan
Dia memberkati kita dengan cara yang tidak dapat kita bayangkan sampai
rencananya dinyatakan. Dia adalah Maha Pencipta dan Maha Pengasih. Percayalah
untuk yang terbaik dari Tuhan karena dia ingin memberikannya kepada
mu. Bersukacitalah…! Diceritakan oleh Toni Sweikert… |